ASSALAMUALAIKUM. Hi! Thank you for visit my blog. i hope you enjoy with my writings :) XoXo - Shabrina">see you next my writting guys!
Disclaimer
Welcome to my blog. Before anything else please follow these rules : No ripping, spamming, and any type of childish acts. Respect is a must. Best-viewed with screen resolutions 1024x768. Enjoy your stay and have fun!
put your site stats here
bold,italic,underlined
Navigations

Profile Blog Links Joined Credits
I am ME
Nama : Shabrina Azza
Nama kecil : Shabrina/brins/azza
Lahir : Gresik, 30 November 1997
love red colour and angry birds so much
SD Negeri 1 Sidomoro - SMP Negeri 3 Gresik - SMA Negeri 1 Manyar

My Social Media

Twitter : @azzashabrina / twitter.com/azzashabrina
ask.fm : shabrinaazza / ASK.FM/shabrinaazza
www.instagram.com/shabrinaazza
www.instagram.com/brinscollection
line : shabrinazza
blogger : brinastories.blogspot.com

i'm feeling free with my blog^^ thanks for visit my blog!!:3
Tagboard
nothing
Daily Reads
ig | brins | brinaizawa | brinscolection | ask.fm

Rotten Things
Februari 2013 | Maret 2013 | September 2014 |

Cerpen
Happy Sweet 15th

Music
Music Here!

no tittle~
Written at Jumat, 08 Maret 2013 | back to top




Aku bingung apa yang mau aku tulis? Sebenarnya aku tidak berniat untuk menulis sesuatu hari ini. Tetapi tak tahu kenapa aku ingin mengetik sesuatu pada keyboard laptopku ini.


aku tidak mengerti apa yang dimaksud dia waktu malam itu? Dia mengirimkanku pesan singkat. Yang berisi bahwa dia meminta maaf kepadaku. Aku tak mengerti apa yang di masalahkan. Sebelumnya kita baik-baik saja, hanya saja kita sudah lama tidak saling kontak. Tapi apa yang dia maksud? Sudahlah tidak penting, aku tidak ingin membahasnya lagi.


hari berjalan detik demi detik, semua beban hampir semuanya selesai. Tapi mengapa? Tiba-tiba Bayangan terburukmu melintasi pikiranku. Aku tak tahu apa yang aku rasakan? Aku hanya ingin bayangmu hilang secepatnya! Aku tak peduli dengan apa yang aku rasakan sekarang. HAH? Memang apa yang aku rasakan? Tidak! Semuanya palsu! Aku tidak ingin merasakan rasa itu muncul. Aku ingin hidup tentram, damai, sejuk tanpa rasa sedih gundah suram yang aku rasakan karena orang yang tak pernah mengerti dan tak pernah tau!
Iya! Mungkin aku akan mencobanya. Mencoba menghilangkanmu yang sudah hilang di telan api yang membara. Aku tak ingin menjadi wanita yang terbuka dengan perasaanku. Perasaan yang aneh. Perasaan yang muncul tiba-tiba ketika kau menghilang di hadapanku, yang tak aku tahu sebabnya. 


Dulu aku menganggapmu seperti seekor semut yang melintasi celah lubang pada setiap ruang. Seperti sebelumnya yang aku alami sebelum aku mengenalmu dan lebih dekat denganmu. Yang hanya lewat saja dan yang tak peduli dengan semua yang ada di sekitar kecuali gula yang ia buru.  Sudah, semua sudah berlalu. Dan mungkin aku tidak akan memperdulikannya lagi /mungkin/

aku mencoba.. dan terus..  mencobanya, dan terus mencoba hingga aku berhasil. Iya! hingga berhasil menjadi diriku sendiri. Aku tak ingin menjadi seperti tanaman yang harus di sirami tepat pada waktunya agar iya bangkit dan tumbuh sempurna. Aku ingin aku bangkit bukan karena orang lain yang akan membangkitkanku. Karena mungkin proses itu pilihan yang cukup lama. Dan aku tidak ingin lama dalam keterpurukan ini. Aku akan bangkit dan tak lemah seperti orang lain yang menghadapi masalahnya yang hanya pasrah kepada TUHAN. Aku akan berusaha sekuat kemampuanku, aku yakin TUHAN akan mengerti. 


DAN….  Aku ingin suatu saat nanti, kamu yang akan mengerti. Dan merasakan apa yang aku rasakan. Walaupun rasa itu kau simpan seperti aku yang menyimpan perasaan itu sekarang.