Aku bingung apa yang mau aku tulis? Sebenarnya aku tidak
berniat untuk menulis sesuatu hari ini. Tetapi tak tahu kenapa aku ingin
mengetik sesuatu pada keyboard laptopku ini.
aku tidak mengerti apa yang dimaksud dia waktu malam itu? Dia mengirimkanku pesan
singkat. Yang berisi bahwa dia meminta maaf kepadaku. Aku tak mengerti apa yang
di masalahkan. Sebelumnya kita baik-baik saja, hanya saja kita sudah lama tidak
saling kontak. Tapi apa yang dia maksud? Sudahlah tidak penting, aku tidak
ingin membahasnya lagi.
hari berjalan detik demi detik, semua beban hampir semuanya selesai. Tapi mengapa?
Tiba-tiba Bayangan terburukmu melintasi pikiranku. Aku tak tahu apa yang aku
rasakan? Aku hanya ingin bayangmu hilang secepatnya! Aku tak peduli dengan apa
yang aku rasakan sekarang. HAH? Memang apa yang aku rasakan? Tidak! Semuanya
palsu! Aku tidak ingin merasakan rasa itu muncul. Aku ingin hidup tentram,
damai, sejuk tanpa rasa sedih gundah suram yang aku rasakan karena orang yang
tak pernah mengerti dan tak pernah tau!
Iya! Mungkin aku akan mencobanya. Mencoba menghilangkanmu
yang sudah hilang di telan api yang membara. Aku tak ingin menjadi wanita yang
terbuka dengan perasaanku. Perasaan yang aneh. Perasaan yang muncul tiba-tiba
ketika kau menghilang di hadapanku, yang tak aku tahu sebabnya.
Dulu aku menganggapmu seperti seekor semut yang melintasi
celah lubang pada setiap ruang. Seperti sebelumnya yang aku alami sebelum aku
mengenalmu dan lebih dekat denganmu. Yang hanya lewat saja dan yang tak peduli
dengan semua yang ada di sekitar kecuali gula yang ia buru. Sudah, semua sudah berlalu. Dan mungkin aku
tidak akan memperdulikannya lagi /mungkin/
aku mencoba.. dan terus.. mencobanya,
dan terus mencoba hingga aku berhasil. Iya! hingga berhasil menjadi diriku sendiri.
Aku tak ingin menjadi seperti tanaman yang harus di sirami tepat pada waktunya
agar iya bangkit dan tumbuh sempurna. Aku ingin aku bangkit bukan karena orang
lain yang akan membangkitkanku. Karena mungkin proses itu pilihan yang cukup
lama. Dan aku tidak ingin lama dalam keterpurukan ini. Aku akan bangkit dan tak
lemah seperti orang lain yang menghadapi masalahnya yang hanya pasrah kepada
TUHAN. Aku akan berusaha sekuat kemampuanku, aku yakin TUHAN akan mengerti.
DAN…. Aku ingin suatu
saat nanti, kamu yang akan mengerti. Dan merasakan apa yang aku rasakan.
Walaupun rasa itu kau simpan seperti aku yang menyimpan perasaan itu sekarang.