ASSALAMUALAIKUM. Hi! Thank you for visit my blog. i hope you enjoy with my writings :) XoXo - Shabrina">see you next my writting guys!
Disclaimer
Welcome to my blog. Before anything else please follow these rules : No ripping, spamming, and any type of childish acts. Respect is a must. Best-viewed with screen resolutions 1024x768. Enjoy your stay and have fun!
put your site stats here
bold,italic,underlined
Navigations

Profile Blog Links Joined Credits
I am ME
Nama : Shabrina Azza
Nama kecil : Shabrina/brins/azza
Lahir : Gresik, 30 November 1997
love red colour and angry birds so much
SD Negeri 1 Sidomoro - SMP Negeri 3 Gresik - SMA Negeri 1 Manyar

My Social Media

Twitter : @azzashabrina / twitter.com/azzashabrina
ask.fm : shabrinaazza / ASK.FM/shabrinaazza
www.instagram.com/shabrinaazza
www.instagram.com/brinscollection
line : shabrinazza
blogger : brinastories.blogspot.com

i'm feeling free with my blog^^ thanks for visit my blog!!:3
Tagboard
nothing
Daily Reads
ig | brins | brinaizawa | brinscolection | ask.fm

Rotten Things
Februari 2013 | Maret 2013 | September 2014 |

no tittle~
Cerpen
Happy Sweet 15th

Music
Music Here!

17 tahun penuh cahaya
Written at Selasa, 23 September 2014 | back to top



                Aku terbangun dari tidur lelapku. Sekarang menunjukkan pukul 3 dini hari. Aku melihat layar telephone selulerku yang tidak terlalu mahal tapi berkualitas baik. Pada layar handphoneku menunjukkan bahwa hari ini adalah tanggal 19 September. Aku kembali tidur dengan bergelut selimut tebal angrybirds favoritku itu.
          
      
Beberapa jam kemudian aku terbangun lagi dalam tidurku. Aku memaksakan diri untuk tetap tidur, tetapi aku sedang memikirkan sesuatu sampai-sampai aku tidak dapat melanjutkan tidurku. Aku berusaha keras untuk mengingat-ingat apa yang harus aku lakukan.


Satu jam telah berlalu, sudah selama ini tetapi aku belum teringat akan hal sesuatu yang aku fikirkan. Dan sampai akhirnya aku tetap memutuskan untuk kembali tidur dan tidak memikirkan hal bodoh yang aku fikirkan berjam-jam hingga aku mengorbankan waktu tidurku.


Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan tangan di depan pintu kamarku. “Shabrina bangun nak.. Apa kamu hari ini tidak pergi kesekolah? Coba lihat jam, ini sudah pukul 6 lo.” teriak mama dari luar kamar. Aku melihat layar handphone murahku yang canggih itu. Tak kusangka ternyata mama tidak membohongiku, ini benar-benar menunjukkan pukul 6 pagi. ”ayo sayang.. bangun! Nanti kamu terlambat pergi kesekolah. Jangan tidur lagi!” teriak mama lagi. “iya ma, ini shabrina langsung siap-siap ya ma.”jawabku dengan lekas membereskan tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.


Di sepanjang jalan aku melajukan sepeda motor warna merahku dengan sangat kencang. Aku tidak memperdulikan orang-orang yang meneriakiku. Aku terus melaju dengan kecepatan tinggi dengan sedikit ugal. Sesampainya di sekolah, aku terlambat hanya 1 menit. Aku menyesal, karena hasil balapku pagi ini tidak membuahkan hasil. Aku mencoba merayu satpam di sekolahku dengan berbagai sogokan. Awalnya, satpam sekolahku yang tidak terlalu besar tetapi memiliki kumis yang cukup menarik untuk dicukur ini gagal aku rayu. Namun, aku tetap berusaha dengan memberi sogokan uang lebih besar dari yang aku tawarkan sebelumnya. “bagaimana pak dengan yang warna biru ini? Lumayan deh pak, buat beli kopi, rokok, mau jajan, mau gorengan mah sisa pak. Dijamin ngak rugi deh kalo bapak mengijinkan saya masuk” rayuku dengan jurus seribu gombalan. “boleh juga lah dek, lumayan juga. Benar katamu, bapak bisa ngpi untuk 3 sampai 7 hari kedepan. Oke, bapak ijinkan masuk. Tapi ingat, jangan terlambat lagi ya besok!” jawab satpam yang sudah sangat luluh dengan ucapanku. Dan sampai akhirnya aku langsung berlari menyusuri lorong sekolah, dan langsung pergi ke kelasku.


Jam pelajaran berlangsung sangat menegangkan. Karena jam pelajaran pagi ini adalah jam pelajaran matematika peminatan. Teman-temanku, terlihat tidak pernah terlihat senang mengikuti pelajaran ini. Nabillah temanku malah asyik di dunia mimpi dengan beralaskan tangan di atas meja. Haris yang jadi cowok populer di kelasku yang katanya pintar matematika dan fisika itupun tidak memperdulikan guru malah asyik bermain PES di laptopnya. Sedangkan anak yang lain ada yang memainkan handphone-handphone canggih yang mereka miliki. Tiba-tiba handphoneku yang canggih berwarna putih itu bergetar di saku rok sekolahku. Ternyata ada telephone dari mama. Aku langsung meminta izin guruku yang mengajar waktu itu untuk pergi ke toilet. “halo assalamualaikum, ada apa ma?” tanyaku ketika menjawab panggilan telephone selulerku. “mama hanya mau mengingatkan saja, apa kamu ingat? Bahwa hari ini adalah ulang tahun Andra yang ke 17 tahun.” Jawab mama. “Andra teman smp shabrina yang pindah di Singapore itu?” jawabku sambil mengingat-ingat. “iya Andra, teman SMPmu dulu. Dia tadi menelephone mama, dia menanyakan kamu. Katanya, kalau besok dia mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke 17 di Singapore. Dia bilang, dia akan membelikan ticket pesawat untuk pergi ke Singapore malam ini.” Jawab mama lagi. “wah Shabrina tidak mungkin menolak kesempatan emas bertemu Andra.” Jawabku riang. “bukannya mama mengecewakanmu. Kamu belum memiliki pasport untuk pergi ke Singapore, dan mengurus pasport tidaklah mudah untuk hitungan jam seperti ini” jawab mama. Aku tadi tidak memikirkan hal itu sampai sedetailnya ma, ya sudahlah.. mungkin lain waktu. Shabrina  kembali ke kelas dulu ya ma. Assalamualaikum.” Jawabku sekalian mengakhiri telephone yang aku lalui dengan mama.


Aku langsung kembali ke kelas dan membuka aplikasi line untuk menghubungi Andra. Aku sapa Andra dengan “Hi”. Namun belum ada balasan dan notifikasi baca di ruang obrolan line ku. Aku memutuskan untuk memulai obrolan melalu facebook. “Hi Andra, apa kabar Singapura? Bagaimana disana? Pasti banyak temen baru ya, gaya bener deh nggak pernah kabarin aku. Oh iya, selamat ulang tahun yang  ke 17 tahun ya Andra. Maaf gabisa terima tawaran kamu buat ikut pesta ulang tahunmu. Pasti kamu sudah di beritahu mama kan soal ini, bahwa aku gabisa terbang karena aku belum memiliki passport. Kadonya nyusul waktu ulang tahun aku yang ke 17 ya, aku harap kamu datang kerumah di ulang tahunku yang ke 17 ya. Aku tunggu ndra. Sampai bertemu di 30 November.” Isi pesan singkat yang aku tinggal di obrolan facebook. Selama 2 hari berlalu pesan obrolan facebookku tidak di gubris sama sekali. dan sampai akhirnya aku memutuskan menyalin pesan obrolanku ke situs pertemanan sosial media lainnya. Selama seminggu tetap saja tidak ada tindakan ataupun jawaban yang berarti yang menandakan dia sudah membaca pesanku itu.


Minggu pagi hari ini, sudah memasuki bulan november. Aku bertanya-tanya, mengapa sahabatku itu tidak menjawab salah satu pesan di media sosialku satupun. Aku hanya bertanya dalam diamku, apakah dia marah karena aku sudah melupakan hari ulang tahunnya? Sebenarnya aku tidak lupa, hanya saja aku tidak teringat. Aku tetap dengan rencana awal, aku akan membuatkan kado yang sudah aku rencanakan sejak awal.


Hari demi hari aku lewati dengan rasa penasaran. Aku tetap selalu melihat pesanku itu, dan tetap menunggu balasan dari sahabatku. Sampai akhirnya tanggal 19 November, tepat pada 2 bulan berlalunya ulang tahun Andra dia membalas pesan obrolan facebookku. “hei Shabrina, aku baik-baik saja. Pasti nunggu balasan pesan dariku ya? Jangan kaget bacanya kalau aku tahu. Aku memang sengaja tidak membalas pesanmu, agar kamu tidak menyiapkan kado untukku di jauh-jauh hari. Hahaha, oke beberapa hari kemudian aku akan menemuimu di ulang tahunmu yang ke 17 tahun. Aku juga menunggu kado istimewa darimu, jangan mengecewakanku ya. Sampai bertemu di 30 November brins.” Jawaban pesan dari Andra. Betapa bahagianya, ternyata dia hanya membuatku penasaran.


Besok sudah 30 November, aku menyuruh mama untuk memasakkan masakan yang sangat enak kesukaanku. Dengan menu lengkap dengan yang berbau icecream coklat dengan taburan permen warna-warni kesukaanku. Walaupun Andra tidak menyukainya, aku tahu Andra pasti mau memakannya dan menghargaiku. Aku menyiapkan kado yang sudah aku buat beberapa terakhir ini. Kad yang aku berikan adalah sebuah cerita kecil yang terdapat foto-foto kita yang paling kucel sampai dengan perpisahan kita di bandara waktu itu. Aku menelephoneku, dia bilang dia tidak bisa datang kerumahku karena harus kerumah kakeknya hari ini, dan dia blang bahwa dia akan mengusahakan untuk bertemu denganku hari ini. Asha teman sebangkuku mengajakku pergi ke taman dekat komplek rumahku. Aku dan Asha berjalan kaki menyusuri jalanan komplek. Aku melihat dari jauh, ada yang bercahaya dan sangat indah sekali. aku berlari menuju taman, dan melihat ada lelaki berkacamata yang tinggi tegap dengan memabawakan kue tart berbentuk angrybirds. Ternyata itu adalah Andra, aku tidak menyangka bahwa Andra akan melakukan hal seperti ini. Andra menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Yang tadinya aku kecewa karena dia tidak hadir kerumah, ternyata Andra membuat kejutan terkeren. Aku menikmati malam ulang tahunku ini dengan kedua sahabat terbaikku. Terimakasih Tuhan, kau telah memberikan anugerah dengan keluarga yang lengkap membahagia dan teman-teman yang baik seperti mereka. “Selamat ulang tahun yang ke 17 Shabrina, semoga selalu jadi orang yang paling bahagia dan ceria. Ini untukmu.” Ucapan Andra kepadaku dengan memberikan kado kecil yang lucu dan box besar berwarn merah dengan gambar kartun angry birds yang aku suka. “jangan di buka sekarang, kamu boleh buka kalau jam sudah menunjukkan pukul 00.00. okey!” perintah Andra ketika aku ingin membuka kadonya. “okey, terima kasih banyak karena kamu sudah meluangkan waktumu untuk bertemu denganku walaupun tak lama. Semoga walaupun kita hanya bisa bercerita di dunia maya, kita bisa berbagi kebahagiaan seperti dulu. Ceria-ceria bareng gitu, mama aja suka kangen dan nanyain kamu.” Jawabku dengan riang penuh rindu. “okey, aku janji. Ohya, Mana kado untukku?” jawab Andra dengan sedikit muram. “oh iya, ada dirumah. Kamu bilang kamu tidak bisa datang kerumah, padahal aku sudah menyediakan makanan-makanan kesukaanku yang serba coklat.” Jawabku ceria. “yah, kebiasaan. Kapan yang serba pedas atau keju. Aku kan sudah jauh-jauh kesini, nggak di sambut make sesuatu yang enak juga. Yaudah yuk kerumah kamu, aku juga mau ketemu sama mamamu”. Jawab Andra sedikit jengkel. Akhirnya kita bertiga kembali kerumahku, dengan membiarkan lilin-lilin kecil di sekitar taman ini menyala hingga habis masanya. Dan Andra membawakan kue tart berbentuk angrybirds yang dia berikan untukku, di bawa pulang ke rumahku.


Sesampainya dirumah, mama menyambut kita dengan sangat gembira. Waktu menunjukkan pukul 9 malam, Asha berpamitan untuk pulang. Sedangkan Andra, meminta ijin ke mamaku untuk tetap disini sedikit malam. Karena besok pagi Andra akan kembali ke Singapura, dan mama mengijinkannya karena mama sudah mengenal mama. Aku dan Andra makan ice cream coklat pekat kesukaanku. Tidak lupa dengan keju serut, mama selalu ingat bahwa Andra tidak terlalu suka dengan coklat dan selalu memberi keju parut di atasnya untuk ice cream punya Andra.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Andra berpamitan untuk pergi pulang kerumah kakeknya dan beristirahat. Karena dia akan kembali pulang ke Singapura besok pagi. “terimakasih untuk waktunya Andra, sampai bertemu lagi di lain waktu. Maaf untuk kado sederhana yang aku berikan untukmu” ucapku sebelum dia pergi.”terima kasih juga, sudah menjadi sahabat terkeren dan tidak pernah berbeda walaupun kita sudah lama tidak bertemu. Semoga di umur berikutnya kamu lebih bahagia dan tetap seceria ini. Sudah aku balik ya, selamat membuka kado dariku malam ini. Daaa.” Ucap Andra meninggalkan rumahku.


Aku kembali ke kamar dan melihat jarum jam dinding dikamarku bergerak. 15 menit lagi aku akan membuka kado dari Andra. Sambil menunggu waktu, aku memutuskan membuka akun twitterku dan membaca time line.


Akhirnya waktu menunjukkan pukul 00.00 tepat. Dengan sedikit mengantuk, aku berusaha untuk membuka kado mulai dari yang terkecil. Kotak mungil yang berisi kalung anak-anak yang bermotiv angrybirds dan sangat lucu. Didalamnya juga beris kertas kecil. “aku selalu ingat ngelihat kamu merengek dan suka cemberut kalau lihat barang-barang angrybirds yang belum kamu punya. Ini memang sedikit konyol, tapi kamu pasti belum punya kan? Semoga kamu suka” isi dari kertas kecil itu. “aku sangat suka Andra” batinku dalam hati. Kado misterius yang berbungkus kotak besar bergambar angrybirds ini giliran sekarang aku buka. Dan lagi-lagi aku bertemu dengan surat kecil yang beramplopkan angrybirds dan kertas didalamnya pun berbentuk angrybirds yang di tekuk menjadi 2 agar muat di dalam amplop.”ini sweater bulu bergambarkan angrybirds yang mungkin juga belum kamu punya. Walaupun umurmu sudah 17 tahun, supaya kamu tetep awet muda kamu pake ini ya, hehe. Ini kemarin aku temuin waktu aku liburan di Jepang, dan aku langsung ingat kamu dan akhirnya aku membelinya. Kalau kamu liburan Jepang mungkin, pakai sweater ini ya. Karena ini sweater untuk musim dingin. Semoga kamu suka, dan selamat ulang tahun Shabrina.” Isi surat tersebut. Aku sangat terhanyut dalam surat itu. Sangat menyenangkan membacanya. Sampai ketemu lagi, aku akan merindukanmu.
THE END