ASSALAMUALAIKUM. Hi! Thank you for visit my blog. i hope you enjoy with my writings :) XoXo - Shabrina">see you next my writting guys!
Disclaimer
Welcome to my blog. Before anything else please follow these rules : No ripping, spamming, and any type of childish acts. Respect is a must. Best-viewed with screen resolutions 1024x768. Enjoy your stay and have fun!
put your site stats here
bold,italic,underlined
Navigations

Profile Blog Links Joined Credits
I am ME
Nama : Shabrina Azza
Nama kecil : Shabrina/brins/azza
Lahir : Gresik, 30 November 1997
love red colour and angry birds so much
SD Negeri 1 Sidomoro - SMP Negeri 3 Gresik - SMA Negeri 1 Manyar

My Social Media

Twitter : @azzashabrina / twitter.com/azzashabrina
ask.fm : shabrinaazza / ASK.FM/shabrinaazza
www.instagram.com/shabrinaazza
www.instagram.com/brinscollection
line : shabrinazza
blogger : brinastories.blogspot.com

i'm feeling free with my blog^^ thanks for visit my blog!!:3
Tagboard
nothing
Daily Reads
ig | brins | brinaizawa | brinscolection | ask.fm

Rotten Things
Februari 2013 | Maret 2013 | September 2014 |

17 tahun penuh cahaya
no tittle~
Cerpen
Happy Sweet 15th

Music
Music Here!

17 tahun penuh cahaya
Written at Selasa, 23 September 2014 | back to top



                Aku terbangun dari tidur lelapku. Sekarang menunjukkan pukul 3 dini hari. Aku melihat layar telephone selulerku yang tidak terlalu mahal tapi berkualitas baik. Pada layar handphoneku menunjukkan bahwa hari ini adalah tanggal 19 September. Aku kembali tidur dengan bergelut selimut tebal angrybirds favoritku itu.
          
      
Beberapa jam kemudian aku terbangun lagi dalam tidurku. Aku memaksakan diri untuk tetap tidur, tetapi aku sedang memikirkan sesuatu sampai-sampai aku tidak dapat melanjutkan tidurku. Aku berusaha keras untuk mengingat-ingat apa yang harus aku lakukan.


Satu jam telah berlalu, sudah selama ini tetapi aku belum teringat akan hal sesuatu yang aku fikirkan. Dan sampai akhirnya aku tetap memutuskan untuk kembali tidur dan tidak memikirkan hal bodoh yang aku fikirkan berjam-jam hingga aku mengorbankan waktu tidurku.


Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan tangan di depan pintu kamarku. “Shabrina bangun nak.. Apa kamu hari ini tidak pergi kesekolah? Coba lihat jam, ini sudah pukul 6 lo.” teriak mama dari luar kamar. Aku melihat layar handphone murahku yang canggih itu. Tak kusangka ternyata mama tidak membohongiku, ini benar-benar menunjukkan pukul 6 pagi. ”ayo sayang.. bangun! Nanti kamu terlambat pergi kesekolah. Jangan tidur lagi!” teriak mama lagi. “iya ma, ini shabrina langsung siap-siap ya ma.”jawabku dengan lekas membereskan tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.


Di sepanjang jalan aku melajukan sepeda motor warna merahku dengan sangat kencang. Aku tidak memperdulikan orang-orang yang meneriakiku. Aku terus melaju dengan kecepatan tinggi dengan sedikit ugal. Sesampainya di sekolah, aku terlambat hanya 1 menit. Aku menyesal, karena hasil balapku pagi ini tidak membuahkan hasil. Aku mencoba merayu satpam di sekolahku dengan berbagai sogokan. Awalnya, satpam sekolahku yang tidak terlalu besar tetapi memiliki kumis yang cukup menarik untuk dicukur ini gagal aku rayu. Namun, aku tetap berusaha dengan memberi sogokan uang lebih besar dari yang aku tawarkan sebelumnya. “bagaimana pak dengan yang warna biru ini? Lumayan deh pak, buat beli kopi, rokok, mau jajan, mau gorengan mah sisa pak. Dijamin ngak rugi deh kalo bapak mengijinkan saya masuk” rayuku dengan jurus seribu gombalan. “boleh juga lah dek, lumayan juga. Benar katamu, bapak bisa ngpi untuk 3 sampai 7 hari kedepan. Oke, bapak ijinkan masuk. Tapi ingat, jangan terlambat lagi ya besok!” jawab satpam yang sudah sangat luluh dengan ucapanku. Dan sampai akhirnya aku langsung berlari menyusuri lorong sekolah, dan langsung pergi ke kelasku.


Jam pelajaran berlangsung sangat menegangkan. Karena jam pelajaran pagi ini adalah jam pelajaran matematika peminatan. Teman-temanku, terlihat tidak pernah terlihat senang mengikuti pelajaran ini. Nabillah temanku malah asyik di dunia mimpi dengan beralaskan tangan di atas meja. Haris yang jadi cowok populer di kelasku yang katanya pintar matematika dan fisika itupun tidak memperdulikan guru malah asyik bermain PES di laptopnya. Sedangkan anak yang lain ada yang memainkan handphone-handphone canggih yang mereka miliki. Tiba-tiba handphoneku yang canggih berwarna putih itu bergetar di saku rok sekolahku. Ternyata ada telephone dari mama. Aku langsung meminta izin guruku yang mengajar waktu itu untuk pergi ke toilet. “halo assalamualaikum, ada apa ma?” tanyaku ketika menjawab panggilan telephone selulerku. “mama hanya mau mengingatkan saja, apa kamu ingat? Bahwa hari ini adalah ulang tahun Andra yang ke 17 tahun.” Jawab mama. “Andra teman smp shabrina yang pindah di Singapore itu?” jawabku sambil mengingat-ingat. “iya Andra, teman SMPmu dulu. Dia tadi menelephone mama, dia menanyakan kamu. Katanya, kalau besok dia mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke 17 di Singapore. Dia bilang, dia akan membelikan ticket pesawat untuk pergi ke Singapore malam ini.” Jawab mama lagi. “wah Shabrina tidak mungkin menolak kesempatan emas bertemu Andra.” Jawabku riang. “bukannya mama mengecewakanmu. Kamu belum memiliki pasport untuk pergi ke Singapore, dan mengurus pasport tidaklah mudah untuk hitungan jam seperti ini” jawab mama. Aku tadi tidak memikirkan hal itu sampai sedetailnya ma, ya sudahlah.. mungkin lain waktu. Shabrina  kembali ke kelas dulu ya ma. Assalamualaikum.” Jawabku sekalian mengakhiri telephone yang aku lalui dengan mama.


Aku langsung kembali ke kelas dan membuka aplikasi line untuk menghubungi Andra. Aku sapa Andra dengan “Hi”. Namun belum ada balasan dan notifikasi baca di ruang obrolan line ku. Aku memutuskan untuk memulai obrolan melalu facebook. “Hi Andra, apa kabar Singapura? Bagaimana disana? Pasti banyak temen baru ya, gaya bener deh nggak pernah kabarin aku. Oh iya, selamat ulang tahun yang  ke 17 tahun ya Andra. Maaf gabisa terima tawaran kamu buat ikut pesta ulang tahunmu. Pasti kamu sudah di beritahu mama kan soal ini, bahwa aku gabisa terbang karena aku belum memiliki passport. Kadonya nyusul waktu ulang tahun aku yang ke 17 ya, aku harap kamu datang kerumah di ulang tahunku yang ke 17 ya. Aku tunggu ndra. Sampai bertemu di 30 November.” Isi pesan singkat yang aku tinggal di obrolan facebook. Selama 2 hari berlalu pesan obrolan facebookku tidak di gubris sama sekali. dan sampai akhirnya aku memutuskan menyalin pesan obrolanku ke situs pertemanan sosial media lainnya. Selama seminggu tetap saja tidak ada tindakan ataupun jawaban yang berarti yang menandakan dia sudah membaca pesanku itu.


Minggu pagi hari ini, sudah memasuki bulan november. Aku bertanya-tanya, mengapa sahabatku itu tidak menjawab salah satu pesan di media sosialku satupun. Aku hanya bertanya dalam diamku, apakah dia marah karena aku sudah melupakan hari ulang tahunnya? Sebenarnya aku tidak lupa, hanya saja aku tidak teringat. Aku tetap dengan rencana awal, aku akan membuatkan kado yang sudah aku rencanakan sejak awal.


Hari demi hari aku lewati dengan rasa penasaran. Aku tetap selalu melihat pesanku itu, dan tetap menunggu balasan dari sahabatku. Sampai akhirnya tanggal 19 November, tepat pada 2 bulan berlalunya ulang tahun Andra dia membalas pesan obrolan facebookku. “hei Shabrina, aku baik-baik saja. Pasti nunggu balasan pesan dariku ya? Jangan kaget bacanya kalau aku tahu. Aku memang sengaja tidak membalas pesanmu, agar kamu tidak menyiapkan kado untukku di jauh-jauh hari. Hahaha, oke beberapa hari kemudian aku akan menemuimu di ulang tahunmu yang ke 17 tahun. Aku juga menunggu kado istimewa darimu, jangan mengecewakanku ya. Sampai bertemu di 30 November brins.” Jawaban pesan dari Andra. Betapa bahagianya, ternyata dia hanya membuatku penasaran.


Besok sudah 30 November, aku menyuruh mama untuk memasakkan masakan yang sangat enak kesukaanku. Dengan menu lengkap dengan yang berbau icecream coklat dengan taburan permen warna-warni kesukaanku. Walaupun Andra tidak menyukainya, aku tahu Andra pasti mau memakannya dan menghargaiku. Aku menyiapkan kado yang sudah aku buat beberapa terakhir ini. Kad yang aku berikan adalah sebuah cerita kecil yang terdapat foto-foto kita yang paling kucel sampai dengan perpisahan kita di bandara waktu itu. Aku menelephoneku, dia bilang dia tidak bisa datang kerumahku karena harus kerumah kakeknya hari ini, dan dia blang bahwa dia akan mengusahakan untuk bertemu denganku hari ini. Asha teman sebangkuku mengajakku pergi ke taman dekat komplek rumahku. Aku dan Asha berjalan kaki menyusuri jalanan komplek. Aku melihat dari jauh, ada yang bercahaya dan sangat indah sekali. aku berlari menuju taman, dan melihat ada lelaki berkacamata yang tinggi tegap dengan memabawakan kue tart berbentuk angrybirds. Ternyata itu adalah Andra, aku tidak menyangka bahwa Andra akan melakukan hal seperti ini. Andra menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Yang tadinya aku kecewa karena dia tidak hadir kerumah, ternyata Andra membuat kejutan terkeren. Aku menikmati malam ulang tahunku ini dengan kedua sahabat terbaikku. Terimakasih Tuhan, kau telah memberikan anugerah dengan keluarga yang lengkap membahagia dan teman-teman yang baik seperti mereka. “Selamat ulang tahun yang ke 17 Shabrina, semoga selalu jadi orang yang paling bahagia dan ceria. Ini untukmu.” Ucapan Andra kepadaku dengan memberikan kado kecil yang lucu dan box besar berwarn merah dengan gambar kartun angry birds yang aku suka. “jangan di buka sekarang, kamu boleh buka kalau jam sudah menunjukkan pukul 00.00. okey!” perintah Andra ketika aku ingin membuka kadonya. “okey, terima kasih banyak karena kamu sudah meluangkan waktumu untuk bertemu denganku walaupun tak lama. Semoga walaupun kita hanya bisa bercerita di dunia maya, kita bisa berbagi kebahagiaan seperti dulu. Ceria-ceria bareng gitu, mama aja suka kangen dan nanyain kamu.” Jawabku dengan riang penuh rindu. “okey, aku janji. Ohya, Mana kado untukku?” jawab Andra dengan sedikit muram. “oh iya, ada dirumah. Kamu bilang kamu tidak bisa datang kerumah, padahal aku sudah menyediakan makanan-makanan kesukaanku yang serba coklat.” Jawabku ceria. “yah, kebiasaan. Kapan yang serba pedas atau keju. Aku kan sudah jauh-jauh kesini, nggak di sambut make sesuatu yang enak juga. Yaudah yuk kerumah kamu, aku juga mau ketemu sama mamamu”. Jawab Andra sedikit jengkel. Akhirnya kita bertiga kembali kerumahku, dengan membiarkan lilin-lilin kecil di sekitar taman ini menyala hingga habis masanya. Dan Andra membawakan kue tart berbentuk angrybirds yang dia berikan untukku, di bawa pulang ke rumahku.


Sesampainya dirumah, mama menyambut kita dengan sangat gembira. Waktu menunjukkan pukul 9 malam, Asha berpamitan untuk pulang. Sedangkan Andra, meminta ijin ke mamaku untuk tetap disini sedikit malam. Karena besok pagi Andra akan kembali ke Singapura, dan mama mengijinkannya karena mama sudah mengenal mama. Aku dan Andra makan ice cream coklat pekat kesukaanku. Tidak lupa dengan keju serut, mama selalu ingat bahwa Andra tidak terlalu suka dengan coklat dan selalu memberi keju parut di atasnya untuk ice cream punya Andra.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Andra berpamitan untuk pergi pulang kerumah kakeknya dan beristirahat. Karena dia akan kembali pulang ke Singapura besok pagi. “terimakasih untuk waktunya Andra, sampai bertemu lagi di lain waktu. Maaf untuk kado sederhana yang aku berikan untukmu” ucapku sebelum dia pergi.”terima kasih juga, sudah menjadi sahabat terkeren dan tidak pernah berbeda walaupun kita sudah lama tidak bertemu. Semoga di umur berikutnya kamu lebih bahagia dan tetap seceria ini. Sudah aku balik ya, selamat membuka kado dariku malam ini. Daaa.” Ucap Andra meninggalkan rumahku.


Aku kembali ke kamar dan melihat jarum jam dinding dikamarku bergerak. 15 menit lagi aku akan membuka kado dari Andra. Sambil menunggu waktu, aku memutuskan membuka akun twitterku dan membaca time line.


Akhirnya waktu menunjukkan pukul 00.00 tepat. Dengan sedikit mengantuk, aku berusaha untuk membuka kado mulai dari yang terkecil. Kotak mungil yang berisi kalung anak-anak yang bermotiv angrybirds dan sangat lucu. Didalamnya juga beris kertas kecil. “aku selalu ingat ngelihat kamu merengek dan suka cemberut kalau lihat barang-barang angrybirds yang belum kamu punya. Ini memang sedikit konyol, tapi kamu pasti belum punya kan? Semoga kamu suka” isi dari kertas kecil itu. “aku sangat suka Andra” batinku dalam hati. Kado misterius yang berbungkus kotak besar bergambar angrybirds ini giliran sekarang aku buka. Dan lagi-lagi aku bertemu dengan surat kecil yang beramplopkan angrybirds dan kertas didalamnya pun berbentuk angrybirds yang di tekuk menjadi 2 agar muat di dalam amplop.”ini sweater bulu bergambarkan angrybirds yang mungkin juga belum kamu punya. Walaupun umurmu sudah 17 tahun, supaya kamu tetep awet muda kamu pake ini ya, hehe. Ini kemarin aku temuin waktu aku liburan di Jepang, dan aku langsung ingat kamu dan akhirnya aku membelinya. Kalau kamu liburan Jepang mungkin, pakai sweater ini ya. Karena ini sweater untuk musim dingin. Semoga kamu suka, dan selamat ulang tahun Shabrina.” Isi surat tersebut. Aku sangat terhanyut dalam surat itu. Sangat menyenangkan membacanya. Sampai ketemu lagi, aku akan merindukanmu.
THE END
no tittle~
Written at Jumat, 08 Maret 2013 | back to top




Aku bingung apa yang mau aku tulis? Sebenarnya aku tidak berniat untuk menulis sesuatu hari ini. Tetapi tak tahu kenapa aku ingin mengetik sesuatu pada keyboard laptopku ini.


aku tidak mengerti apa yang dimaksud dia waktu malam itu? Dia mengirimkanku pesan singkat. Yang berisi bahwa dia meminta maaf kepadaku. Aku tak mengerti apa yang di masalahkan. Sebelumnya kita baik-baik saja, hanya saja kita sudah lama tidak saling kontak. Tapi apa yang dia maksud? Sudahlah tidak penting, aku tidak ingin membahasnya lagi.


hari berjalan detik demi detik, semua beban hampir semuanya selesai. Tapi mengapa? Tiba-tiba Bayangan terburukmu melintasi pikiranku. Aku tak tahu apa yang aku rasakan? Aku hanya ingin bayangmu hilang secepatnya! Aku tak peduli dengan apa yang aku rasakan sekarang. HAH? Memang apa yang aku rasakan? Tidak! Semuanya palsu! Aku tidak ingin merasakan rasa itu muncul. Aku ingin hidup tentram, damai, sejuk tanpa rasa sedih gundah suram yang aku rasakan karena orang yang tak pernah mengerti dan tak pernah tau!
Iya! Mungkin aku akan mencobanya. Mencoba menghilangkanmu yang sudah hilang di telan api yang membara. Aku tak ingin menjadi wanita yang terbuka dengan perasaanku. Perasaan yang aneh. Perasaan yang muncul tiba-tiba ketika kau menghilang di hadapanku, yang tak aku tahu sebabnya. 


Dulu aku menganggapmu seperti seekor semut yang melintasi celah lubang pada setiap ruang. Seperti sebelumnya yang aku alami sebelum aku mengenalmu dan lebih dekat denganmu. Yang hanya lewat saja dan yang tak peduli dengan semua yang ada di sekitar kecuali gula yang ia buru.  Sudah, semua sudah berlalu. Dan mungkin aku tidak akan memperdulikannya lagi /mungkin/

aku mencoba.. dan terus..  mencobanya, dan terus mencoba hingga aku berhasil. Iya! hingga berhasil menjadi diriku sendiri. Aku tak ingin menjadi seperti tanaman yang harus di sirami tepat pada waktunya agar iya bangkit dan tumbuh sempurna. Aku ingin aku bangkit bukan karena orang lain yang akan membangkitkanku. Karena mungkin proses itu pilihan yang cukup lama. Dan aku tidak ingin lama dalam keterpurukan ini. Aku akan bangkit dan tak lemah seperti orang lain yang menghadapi masalahnya yang hanya pasrah kepada TUHAN. Aku akan berusaha sekuat kemampuanku, aku yakin TUHAN akan mengerti. 


DAN….  Aku ingin suatu saat nanti, kamu yang akan mengerti. Dan merasakan apa yang aku rasakan. Walaupun rasa itu kau simpan seperti aku yang menyimpan perasaan itu sekarang.
Cerpen
Written at Kamis, 21 Februari 2013 | back to top


Tepat pukul 4 sore aku berangkat untuk latian cheers di sekolah. perjalanan menuju halte bus di dekat rumahku cukup jauh. Aku berlari menuju halte bus. Setelah cukup dekat dengan halte bus, bus yang tadinya menunggu penumpang naik baru saja melaju. Padahal aku baru saja telat 1 menit. Aku memutuskan untuk menghubungi Tasya untuk mengantarkanku ke sekolah. Beberapa saat Tasya membalas smsku ternyata Tasya tidak bisa menjemputku karena Tasya sekarang akan segera berangkat ke bandara untuk menjemput mamanya yang baru saja pulang dari Malaysia. Dan jika aku menghubungi Lena tidak mungkin aku mengganggunya yang sekarang lagi ada les di BBB. Jadi mau tidak mau aku harus menunggu bus berikutnya di halte bus. Aku mondar-mandir di depan halte bus. Aku takut jika aku telat aku di marahin kak Farah. Kak Farah adalah leader cheerleader sekolahku. Akhirnya aku berjalan kaki dengan sedikit cepat ke sekolah. Beberapa waktu tiba-tiba ada sepeda motor yang memotong jalanku.
“mau bareng ngga? Kamu anak cheers SMANSA kan? “Tanya lelaki itu dengan tegas.
“ Kamu siapa? Kok tau kalau aku anak cheerleader SMANSA? “tanyaku kebingungan.
“ Aku pernah lihat kamu latian cheers waktu aku latian basket di sekolah, sudah bareng aku aja. Bukannya kamu ada seleksi buat tampil di DBL? buruan naik “jawab lelaki itu.
                Tidak tahu kenapa aku menerima tawarannya dan mempercayainya untuk mengantarkanku ke sekolah, padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Dan akhirnya aku naik di bonceng lelaki itu. Di perjalanan aku bertanya kepadanya siapa dia sebenarnya. Ternyata dia seniorku, namanya Raditya Geivaldo. Kak Radit adalah anggota tim inti basket di sekolahku.

                Sesampainya di sekolah aku turun dari motor gedenya kak Radit dan mengucapkan terimakasih kepadanya. Saat tiba di aula, ternyata latian sudah di mulai. Kak Farah menghampiriku dan memarahiku karena aku sudah telat 10 menit. Akhirnya aku di hukum untuk melakukan push up sebanyak 50 kali di lapangan tepat di depan anak-anak basket. Lalu aku mau melakukannya karena ini memang kesalahanku. Tiba-tiba kak Radit menghampiriku, dan aku berdiri di hadapannya.
“Ngapain kamu push up di sini? “Tanya kak Radit agak heran.
 “Aku lagi menjalankan hukuman yang di berikan kak Farah soalnya aku telat “jawabku santai.
“Keterlaluan sekali Farah, hanya telat saja di hukum push up di depan anak-anak basket. sudah kamu kembali sana, kalau kamu di Tanya kenapa kembali, bilang saja aku suruh. “kata kak Radit sedikit terlihat marah.
 Dan akhirnya aku kembali ke aula. Saat aku kembali ke aula, dengan spontan kak Farah menoleh ke arahku.
“Lohloh, kamu sudah menjalankan hukumanmu? “bentak kak Farah.
“ Aku di suruh kembali ke aula sama kak Radit kak “jawabku polos.
 Kak Farah langsung ke luar menuju lapangan untuk menghampiri kak Radit. Mereka mengobrol yang sepertinya cukup serius dan saling membentak. Aku tidak tahu pastinya mereka membicarakan soal apa. Dan sampai akhirnya kak Farah kembali ke aula. Akhirnya kita di suruh untuk langsung memulai latian. Di sepanjang latian berlangsung kak Farah lebih sering memarahiku dan membentakku. Yang di bilang aku kurang powerlah, yang terlalu cepatlah. Tapi aku tetap sabar, mungkin itu yang terbaik. Akhirnya latian cheers sore itu selesai. Dan aku jalan kaki menuju halte bus di dekat sekolah. Tiba-tiba kak Radit menghampiriku dan mengajakku untuk pulang bersamanya. Dan  Aku tidak menolak tawaran kak Radit. Di sepanjang perjalanan aku bertanya kepadanya tentang apa yang mereka bicarakan tadi. Ternyata kata kak Radit, kak Farah tidak suka dengan sikap kak Radit yang ikut campur soal hukuman push up ku tadi. Dan kak Radit bercerita kepadaku bahwa kak Farah adalah mantan pacarnya. Dan mereka putus di karenakan kelakuan Farah yang sangat membuat kak Radit hilang feeling kepadanya.

                sesampai halte di dekat rumahku dia menanyakan rumahku dimana.  Dan aku menunjukkan arah jalan menuju rumahku. Sesampainya di rumahku aku menawarinya untuk mampir ke rumahku dulu. Dan dia bilang dia buru-buru. Akhirnya setelah mengantarkanku dia langsung pulang. Dan aku masuk kerumah untuk pergi sholat, belajar, makan malam, dan pergi tidur.

                Keesokan harinya aku menceritakan yang terjadi kemarin kepada  kedua sahabatku yaitu Tasya dan Lena. Saat aku menyebutkan nama Radit, tasya dan Lena langsung tanggap. Dan ternyata mereka sangat tahu siapa kak Radit. Kata Lena dan Tasya kak Radit adalah kapten basket di sekolah kita yang bernomer punggung 30. Dan dia sangat terkenal di sekolahku. Tetapi aku baru saja tahu radit kemarin sore, mungkin aku saja yang ketinggalan informasi. Saat aku menceritakan kejadian sore kemarin lena dan tasya sangat iri denganku.
Bel pulang sekolah berbunyi, dan aku segera pergi meninggalkan sekolah.  Seperti biasa aku menunggu bus di halte bus. Tiba-tiba kak Radit menghampiriku dan mengajakku untuk pulang bersamanya. Dan aku tidak menolaknya. Sesampai di rumah lagi-lagi kak Radit tidak memampir.

                setelah sholat maghrib, jarang-jarang dering hpku berbunyi. Yaitu nada dering sms, aku berfikir bahwa itu sms dari operator. Saat adzan isya selesai berkumandang hpku berbunyi nada dering lagunya Britney spears – baby one more time. Yaitu nada dering telephone hpku. Saat aku menghampiri hpku ternyata telephone itu sudah mati. Dan aku buka, ternyata ada sms dari kak Radit. Aku sangat bingung, dia tahu nomer ponselku dari mana. Dan aku membalas smsnya. Dan akhirnya  kita berdua jadi sangat sering saling mengirimkan pesan singkat melalui telephone seluler.

                Sepanjang hari aku dan kak Radit semakin dekat. Dan kak radit pun sudah mengenal baik kedua orang tuaku. Dan mamaku pun juga sudah memegang kepercayaan kepada kak Radit untuk menjagaku.

                suatu ketika salah satu sahabatku dekat dengan kak Radit, yaitu Lena. Awal kedekatan mreka aku sangat memaklumi. Tetapi semakin lama mereka semakin dekat. Di karenakan kak Radit dan Lena semakin dekat, kak radit jadi sangat asing terhadapku. Aku tidak merasa curiga awalnya. Aku membiarkan kedekatan mereka. ternyata lama kelamaan mereka semakin lebih akrab lagi. Dan setiap pulang sekolah mereka pulang bersama dan kak Radit tidak pernah mengajakku pulang bersamanya lagi.  Tidak tahu kenapa semakin lama aku semakin jengkel dengan Lena karena dia sudah tidak peduli denganku dan Tasya. Sedangkan Lena lebih sering berduaan dengan kak Radit. Aku menceritakan ini kepada Tasya. Dan ternyata Tasya juga ingin sekali menceritakan ini kepadaku tetapi dia belum berani mengatakan ini kepadaku. Akhirnya aku dengan Tasya tidak akan mengganggu Lena dan tidak memperdulikannya.

                seusai makan malam, tiba-tiba bel rumahku berbunyi dan mamaku menyuruhku untuk pergi membukakan pintu. Dan ternyata yang berkunjung ke rumahku adalah kak Radit. Aku sedikit terkejut karena beberapa waktu ini kak Radit sudah sangat jarang bermain kerumahku.
“Siapa sayang…?“teriak mama.
“ Kak radit maaa “jawabku.
Lalu mama menyambut kak Radit dengan hebohnya seperti baru ditinggal anaknya 1 tahun di luar negeri.
“Eh Radit, masuk dit kok tante baru liad kamu ya “sambut mama.
“ Hehe iya tante sedikit sibuk akhir-akhir ini, kangen sama Radit ya tanteeee? “jawab kak Radit pringas-pringis .
“ tau aja kamu “jawab mama genit.
“ah mama ada tamu kok malah di berhentiin di depan pintu, engga di suruh masuk? “tanyaku agak judes .
“ eh iya tante kelupaan yuk masuk dit, kamu mau minum apa dit? Uda makan ? “jawab mama sok perhatian.
“Em minum aja tante, terserah apa aja yang penting seger “jawab kak Radit sok imut.
Tanpa jawab lagi mama langsung pergi ke dapur dan meninggalkanku dengan kak radit di ruang tamu. tanpa basa-basi lagi aku langsung mengawali pembicaraan.
“Ada apa kesini? “tanyaku cuek .
“memangnya aku tidak boleh ingin main kerumahmu, apa kamu tidak kangen aku? Jangan-jangan kamu emang kangen aku lagi? Ya kaaaan.. “jawab kak Radit cengengesan.
 “Emang ada yang lucu ya? Gausah GR! “jawabku sinis.
“ Eh eh, lu kenapa sih brina kok sensi banget malem ini, aku kurang kece ya malam ini? Kurang wangi ya? Yauda deh besok aku make parfum yang lebih banyak lagi “jawab kak Radit sambil brantakin rambutku.
“Ah apa sih, kamu makin lapa makin menjijikan deh ya kak jangan sok asik aku ga suka ilfil ngerti nggak, pulang sana aku mau belajar aku gabisa di ganggu oke “jawabku judes sambil beranjak pergi dari ruang tamu dan tidak memperdulikan kak Radit.
 Beberapa waktu kemudian aku mendengar suara cengengesan mama dengan kak Radit, aku langsung pergi ke ruang tamu. Dan ternyata kak Radit belum meninggalkan rumahku dan malah asik dengan orang tuaku.
“ Ngapain masih disini, nggak ada kerjaan lain? Urusin sana Lena, kasian tuh nggak kamu urusin, jadi mending kamu buru-buru cabut pergi dari sini atau aku usir paksa“ kataku sambil membentak kak Radit.
“ Kamu kenapa sih Brin, jarang-jarang aku liad kamu kayak gini, nggak pernah ya kamu bentak aku separah ini. Ngapain kamu sangkut-sangkutin Lena? Bermasalah dengan Lena? “jawab kak Radit sedikit membentak.
“ Seharusnya aku yang tanya ke kamu kak! Kamu itu kenapa ? iya masalah, masalah banget. Udah buruan pergi, berisik ngerti nggak! Tunggu apa lagi pergi sana “jawabku dengan muka penuh kebencian.
“ Ini ada apa ya anak muda kok malem- malem berantem kayak gini, kalo ada masalah itu di selesaiin baik-baik, sini sayang yuk di omongin baik-baik biar nggak ada salah paham “sela mama.
“Hash ga ada waktu, aku mau belajar “jawabku langsung pergi ke kamar.

“Brin, kamu kenapa sih? Kurang kerjaan marah-marah kaya gitu. Baru kaya gini kamu kayak gini. Bukain pintu kamarmu dong, kamu marah ya sama aku? Di omongin baik-baik kek, jangan gini dong” ucap kak Radit sambil menggedor pintu kamarku.

“nggak ada yang perlu di omongin! Aku nggak marah sama kamu, aku cuma benci sama kamu. Udah pergi sana, anggep aja kita nggak pernah kenal oke. Dan jangan pernah main kerumahku lagi! Uda aku mau belajar gausah jawab, enek denger suaramu” jawabku teriak-teriak dari kamar.

ternyata kak Radit benar-benar menuruti apa yang aku katakan. Aku baru sadar dengan apa yang barusan aku katakana kepadanya. Aku sedikit menyesal. Tapi tidak tahu kenapa ucapan itu sangat reflex aku keluarkan. Memang aku benar-benar sangat jengkel kepadanya. Tapi apa boleh buat semuanya sudah sangat terlanjur. Aku memutuskan untuk tidak memikirkan hal ini. Dan melanjutkan tugas karya ilmiahku.

                Paginya aku berangkat sekolah naik ojek. aku bangun kesiangan gara-gara begadang mengerjakan karya ilmiah. Jalanan sangat becek, di karenakan tadi malam hujan sangat deras sekali. Dan ojeknya sangat pelan, aku sangat takut telat sampai di sekolah. Aku menyuruh bang ojeknya untuk mengendarai motornya sedikit lebih cepat. Tiba-tiba ada motor gede yang mengibas air ke arahku. Aku sangat emosi dan berteriak kepada yang mengendarai motor gede itu. Tapi sepertinya aku mengenal itu motor siapa? Sambil mengingat ingat ternyata itu motor kak Radit. Rasa jengkelku terhadapnya semakin bertambah. Aku memutuskan untuk pulang kerumah dan bercerita kepada mama. Saat sampai di rumah saat aku ceritakan kepada mama, eh malah mama membela kak radit bukannya aku yang jelas-jelas anaknya. Aku kecewa dengan semuanya.

                malamnya kak Radit sms aku. Dia menanyakan apakah aku masih marah kepadanya. Aku mengabaikan smsnya dan memutuskan untuk tidak membalas smsnya sekaligus mematikan hp. Tiba-tiba mama membuka pintu kamarku dan masuk ke kamarku. Dan langsung membuka pembicaraan.

“kamu kenapa sih sayaaaang? Ada masalah ya sama Radit? Cerita dong ke mama mungkin mama bisa memberi solusi” kata mama sambil membelai rambutku.

“engga ada apa-apa kok ma, beneran deh” jawabku santai sambil langsung melanjutkan belajar ips.

“jangan membohongi mama. Handphone kamu matiin ya? Radit barusan sms mama”jawab mama.

“dari tadi hp aku matiin ma, sengaja biar engga ngeganggu Brina belajar. mama kenapa sih belain kak Radit terus. Sebenernya yang anaknya mama aku apa kak radit?” jawabku.

“bukannya gitu nak, kata radit kamu sekarang berubah, mama jadi khawatir sama kamu.”jawab mama lagi.

“khawatir kenapa? Aku nggak kenapa-kenapa kok. Ya justru kak Radit itu yang berubah. Sudahlah ma gausah di bahas. Gausah peduliin kak radit lagi. Anggep aja kak radit ga pernah mengenal mama dan aku ok. Brina mau belajar dulu ma”jawabku jelas.

“oke lebih baik kamu bicarakan seusai sekolah besok di sekolah”jawab mama.

Aku pura-pura tak mendengar apa yang di bilang mama. Setelah belajar aku langsung pergi tidur. Dan keesokan harinya saat di sekolah aku melihat kak Radit dengan Lena berangkat sekolah bersama. Aku tak memperdulikan mereka dan aku tidak menyapa mereka. Ketika aku masuk kedalam kelas, tiba-tiba Tasya langsung menghampiriku dan terbata-bata seperti ingin membicarakan sesuatu yang penting.


“kamu kenapa sih sya?” tanyaku bingung.

“em.. emm.. LenaLenalena…”Tasya berdehem.

“kenapa Lena? Yang jelas dong sya!” jawabku tegas.

“mungkin bukan saatnya kamu tau sekarang brin, oke aku bakal ngasih tau kamu nanti sore”tiba2 Tasya tenang.

Sore aku latihan cheers di sekolah, tiba-tiba Tasya menelphoneku. Aku mengangkat telephone Tasya.

“hallo assalamualaikum Brina?” salam Tasya sedikit dengan suara tegang.

“waalaikumsalam Sya? Ada apa? Aku gabisa lama-lama nih, aku lagi latian cheers nih. Nanti aja gimana? Nanti aku yang telephone deh” jawabku.
“lena kecelakaan Brin….”jawab Tasya.

“yang benar saja kamu Tasya? Jangan bercanda ah”jawabku.

“aku srius Brin, dia baru saja kecelakaan sama kak Radit di lampu merah dekat KFC. Sekarang dia ada di rumah sakit makmur di UGD. Aku diberi tahu mamanya ” jawab Tasya.

“yang benar? Oke kamu aku jemput kita kesana sekarang. Kamu siap-siap oke” jawabku buru-buru dan langsung mematikan telephone dari Tasya.

Aku langsung meminta izin kepada kak farah untuk mengizinkanku pulang. Akhirnya aku diizinkan kak farah. Dan tanpa basa-basi lagi aku langsung pergi ke rumah Tasya untuk menjemputnya dan kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit aku melihat kak Radit berbaring dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. Aku mendekati kak Radit, dan tidak tahu kenapa aku merasakan perih yang di rasakan kak Radit. Aku duduk di sebelah kak Radit dan menangis hingga tertidur.tiba-tiba kak Radit terbangun dan akupun ikut terbangun.

“kamu uda nggak marah kan sama aku? Aku tidak ada apa-apa kok sama Lena”jawab kak Radit sambil membelai rambutku.

“aku nggak marah kok, bagaimana ceritanya kakak bisa sampai seperti ini. Dan bagaimana bisa juga kakak bisa bersama Lena saat kecelakaan?” tanyaku pelan.

“aku akan cerita kepadamu, tapi kamu harus berjanji kalau kamu tidak akan marah lagi denganku” jawabnya sambil mengarahkan jari kelingkingnya kepadaku.

“iya aku janji, tapi ingat jangan pernah membuatku kecewa lagi” jawabku sambil menerima jari kelingking darinya.

“aku tadi berbicara kepada Lena agar bisa lebih jaga jarak darinya, agar kamu tidak mengira kalau aku dan Lena ada apa-apa. Dan aku menyuruh Lena untuk menjelaskannya kepadamu agar kamu tidak marah lagi kepadaku. Dan beberapa waktu ini aku tidak mengajakmu pulang bersama karena Lena memaksaku untuk mengantarnya pulang. Karena dia bilang, mobilnya lagi di bengkel. Aku merasa tidak enak jika aku menyuruhnya untuk pulang sendiri. Dan beberapa waktu ini, dia memaksaku untuk jadian dengannya, dan akupun tidak menerimanya” jawab panjang kak Radit.

“kenapa kamu tidak menerimanya? Aku kira kalian berdua sudah berpacaran sejak lama”jawabku sewot.

“tidak Brina, semuanya tidak sepertinya yang kamu pikirkan. Memang dia seperti menjauhkanku dari kamu. Maka dari itu aku meluangkan waktu kerumahmu untuk menemuimu di waktu tidak ada tugas sekolah” jawab lagi.

“oke, terus sekarang bagaimana?”jawabku.

“aku sudah berbicara kepada Lena, agar silaturahmi denganmu tidak terputus. Aku juga sudah menjelaskan tentang perasaanku yang sebenarnya bahwa aku tak menyukai Lena, tetapi aku menyukaimu Brin” jawab kak Radit sambil memegang tanganku.

“menyukaiku? Sejak kapan? Aku tidak pernah menyadari bahwa kau menyukaiku kak. Jangan begitu kak, aku tahu kok kalau sebenarnya kak Radit menyukai Lena” jawabku biasa.

“tidak Brin, kamu salah. Aku menyukaimu sebelum kamu mengenalku.aku sudah lama ingin menyatakan perasaanku ke kamu. Tapi waktunya selalu tidak tepat dan aku tidak berani.”jawab kak Radit.

“jadi sekarang mau kamu…..” jawabku langsung di sela kak Radit.

“aku mau kamu sekarang jadi teman terdekatku bisa di bilang pacar. Kamu mau kan Brin, aku tahu kamu tidak akan mengecewakanku” jawab kak Radit memelas.

“terima ya Brin, maafin aku kalau selama ini aku menjauhkanmu dari kak Radit. Aku sadar cinta itu tidak dapat di paksakan. Kamu masih sahabatku kan Brin? Aku ingin lihat kamu sahabatku bahagia dengan orang yang aku sayang” tiba-tiba Lena terbangun dan menyela pembicaraanku dengan kak Radit.

“sewaktu kalian berdua dekat aku memang sangat cemburu, dan dari situlah muncullah sebuah rasa yang tak terduga” jawabku.

“jadi sebenarnya kamu juga menyukaiku? Jadi bagaimana jawabanmu?” Tanya kak Radit.

“aku juga tak bisa membohongi perasaanku”jawabku.

“jadi kita pacaran kan sekarang?” sela kak radit.

“hehem” jawabku.

“ciye uda jadian, selamat ya” lena mengucapkan selamat kepadaku dan kak Radit.

Akhirnya aku berpacaran dengan kak Radit hingga umur 24 tahun. Kak Radit berencana untuk segera melamarku. Dan sekarang aku sudah menjadi pramugari di salah satu bandara di Indonesia dan kak Radit sudah sukses menjadi dokter hewan dan membuka bisnis kucing. Lena pun sudah menjadi guru di sekolah Kristen Surabaya. Dan sahabatku satunya Tasya sudah punya lembaga bimbingan belajar yang terkenal di Indonesia. Kak Farah sekarang sudah menjadi dancer di acara stasiun tv swasta.